Archive for Agustus 2014

Tri Satya & Dasa Dharma Pramuka

Rabu, 27 Agustus 2014
Posted by Unknown
Tri Satya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh
Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjalankan pancasila.
Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
Menepati Dasa Dharma

Dasa Dharma Pramuka
Pramuka itu :

1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan kesatria
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela Menolong dan tabah
6. Rajin, terampil dan gembira
7. Hemat, cermat, dan bersahaja
8. Disiplin Berani dan setia
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan


Kebersamaan Dalam Pramuka

Sabtu, 16 Agustus 2014
Posted by Unknown
 
Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka H.A Rivai Harahap dalam sambutannya mencoba suatu terobosan . Sejak dua tahun yang lalu telah menyatukan perayaan hari besar agama Islam dan Kristen yaitu Idul Fitri dan Natal menjadi satu perayaan dan saling memaafkan dengan tema Kebersamaan Itu Indah. di gedung Pandan Sari TRW Cibubur.

Perayaan dua hari besar yang berbeda agama ini bukan karena jatuh pada bulan yang bersamaan akan tetapi lebih ditekankan akan keadaan negara kita pada saat ini, dan dimotivasi dorongan dari dalam hati nurani masing-masing sebagai angota Gerakan Pramuka yang selalu mendahulukan kepentingan bersama walaupun berbeda suku, bangsa, dan agama.

Pada hakekatnya kebersamaan selalu mengandung arti tidak sendiri atau tidak eklusif. Kebersamaan adalah bersama-sama mengikutsertakan orang lain. Kebersamaan juga berarti persatuan didalamnya terkandung nilai-nilai Tri Satya dan Dasadarma Pramuka. Ini bukan merupakan monopoli Gerakan Pramuka bahkan dikatakan bahwa nilai-nilai ini adalah milik bangsa, namun pada saat sekarang ini kebersamaan seolah-olah hilang dari diri kita sebagai bangsa yang bersatu yaitu Indonesia.

Dalam rangkaian kebersamaan tersebut PT Nestle Indonesia melalui Ass Vice President Public Relation Brata Tri. Harjosubroto mendukung kepedulian bersama dengan Gerakan Pramuka. Secara spontan mengulurkan bantuan berupa produk susu sebanyak 200 pak susu bubuk dancow untuk diserahkan kepada mereka yang membutuhkan melalui satgas Pramuka Peduli dan dilanjutkan ke Kwarcab se DKI Jakarta Tangerang, Bogor, dan rumah singgah anak jalanan Bangun Mitra Sejati.

Satgas pramuka peduli dalam sambutannya melalui Kak Parni Hadi mengatakan sekarang ini pramuka merupakan yang tahu diri dengan membantu masyarakat yang terkena bencana. Karena pramuka merupakan pendidikan bagi kaum muda untuk mencintai sesama dengan aksi terjun langsung pada mereka yang membutuhkan pertolongan. Satgas Pramuka Peduli menyiapkan pemuda yang waras untuk hidup pada jaman yang edan ini.

Sedangkan Brata T Hardjosubroto menjelaskan dalam sambutannya bahwa misi gerakan Pramuka tidak jaun berbeda dengan misi PT Nestle Indonesia yang berasal dari Swiss. Gerakan Pramuka yang lambangnya tunas kelapa sama dengan misi PT Nestle yaitu "Good Food Good Live" yang mengkhususkan pada pertumbuhan manusia yang sehat.

Kebersamaan yang dihadiri ibu Tuti Tri Sutrisno dan para sesepuh, pimpinan, mitra kerja Kwartir nasional, Kwarda, Kwarcab dan seluruh karyawan Kwartir. Mendapatkan siraman rohani islam yang dibawakan oleh Drs Toto Tasmara MBA. Dengan kebersamaan kita dapat berpikir untuk menjauhi permusuhan yang telah terjadi, karena kebersamaan itu indah ungkapnya.

Setelah kegiatan yang di hibur oleh Paduan Suara Kwartir Nasional, Paduan suara Talenta dan Qasidah Remaja Annur Cibubur dilanjutkan dengan doa bersama umat Islam oleh Drs. Toto Tasmara MBA serta Romo Azis Murdopo untuk yang beragama Kristen.

Sebelum akhir kegiatan dilangsungkan pelantikan secara spontan Kak Drs toto Tasmara MBA dan Kak Brata T Harjosubroto menjadi anggota Gerakan Pramuka sebagai Pembantu Andalan Nasional, oleh ketua Kwartir Nasional Kak. Rivai Harahap dan Wakil Ketua Kwartir Nasional kak Syaukat Banjaran Sari.

Kebersaman menjadi suatu elemen pendukung bagi persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka berbakti bagi negara, bangsa, dan agama melalui pendidikan bagi kaum muda.
Salam Pramuka

Adapun Janji (sumpah) Pramuka yaitu Tri Satya yang artinya adalah kata-kata janji atau sumpah yang diucapkn oleh seorang Pramuka golongan Penggalang, Penegak, Pandega dan anggota dewasa.


TRI SATYA

Pengertian dari Tri Satya adalah Tri : tiga, Satya : Kesetiaan,
Artinya adalah tiga kesetiaan yang harus di penuhi oleh atau dipatuhi oleh setiap anggota Pramuka.
Isi dan Arti Tri Satya.
adalah sebagai berikut :

Tri Satya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
1. Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuaan Republik Indonesia.
2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
3. menepati Dasa Dharma.

Adapun Tri Satya tersebut diatas mengandung arti bahwa seorang Pramuka berkewajiban sebagai berikut :
• Menjalankan kewajiban/Perintah Tuhan, serta menjauhi segala apa yang menjadi larangan-Nya.
• Kewajiban terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
• Kewajiban terhadap Pancasila, yaitu dengan cara menghayati dan mengamalkan isinya.
• Kewajiban terhadap sesama masyarakat.
• Kewajiban menhayati dan mengamalkan Dasa Dharma.


DASA DHARMA

Pengertian Dasa Dharma adalah Dasa : Sepuluh
Dharma : Perbuatan Baik
Dasa Dharma adalah sepuluh Kebajikan yang menjadi pedoman bagi Pramuka dalam bertingkah laku sehri-hari.
Isi dan Arti Dasa Dharma
adalah sebagai berikut :

Dasa Dharma Pramuka
Pramuka itu :

1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3. Patriot yang sopan dan kesatria.
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. Rajin, trampil dan gembira.
7. Hemat, cermat dan bersahaja.
8. Disiplin, berani dan setia.
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
10. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan.

 Arti dari masing-masing bait Dasa Dharma tersebut diatas adala sebagai berikut :

1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
• Menjalankan semua perintah Tuhan serta meninggalkan segala larangan-larangan-Nya.
• Menbaca do’a atau niat karena Allah dalam setiap mengawali dan mengakhiri kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.
• Patuh dan berbakti kepada kedua orang tua, serta sayang kepada saudara. dsb

2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
• Selalu menjaga kebersihan lingkungan baik disekolah maupun dirumah.
• Ikut menjaga kelestarian alam, baik flora maupun fauna.
• Membantu fakir miskin, yatim piatu, orang tua jompo dan mengunjungi yang sakit. dsb.

3. Patriot yang sopan dan ksatria
• Belajar disekolah dengan baik.
• Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.
• Membiasakan diri untuk berani mengakui kesalahan dan membenarkan yang benar.
• Ikut serta dalam pertahan bela Negara.

4. Patuh dan suka bermusyawarah.
• Patuh kepada kedua orang tua, guru dan pembina dengan cara mengerjakan tugas sebaik-baiknya.
• Berusaha mufakat dalam setiap musyawarah.
• Tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa yang didapatkan tanpa melalui musyawarah.

5. Rala menolong dan tabah.
• Selalu berusaha menolong sesama yang sedang mengalami musibah atau kesusahan serta tidak pernah meminta atau mengharapikan imbalam (pamrih).
• Tabah dalam mengalami berbagai kesulitan dengan tidak banyak mengeluh, dan tak mudah putus asa.
• Bersedia menolong tanpa diminta. dsb.

6. Rajin, trampil dan gembira.
• Membiasakan menyusun jadwal dalam kegiatan sehari-hari.
• Tidak pernah bolos dari sekolah, selalu hadir diwaktu latihan atau pertemuan pramuka.
• Dapat membuat berbagai macam kerajinan atau hasta karya yang berguna.
• Selalu riang gembira diwaktu melakukan kegiatan atau pekerjaan.

7. Hemat, cermat dan bersahajat.
• Tidak boros dan bersikap hidup hemat.
• Rajin menabung.
• Bersikap hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan.
• Tepat waktu (kesekolah, belajar, latihan, dll).
• Bisa membuat perencanaan sebelum tindakan.

8. Disiplin, berani dan setia.
• Selalu tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan.
• Mendahulukan kewajiban dibanding sebelum meminta haknya.
• Berani mengambil keputusan.
• Tidak mengecewakan orang lain. dsb.

9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
• Tidak mengelakkan amanat dengan sesuatu alasan yang dicari-cari.
• Jujur tidak mengada-ada.

10. Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan.
• Selalu berfikir positif dan menghargai sikap atau pendapat orang lain dan bisa menyumbangkan saran yang baik dengan cara yang baik.
• Berhati-hati mengendalikan diri dari ucapan yang tidak pantas dan menimbulkan ketidak percayaan orang lain pada dirinya.
• Berusaha menjaga diri dalam segala tindak tanduk perbuatan yang jelek melanggar menurut kehidupan masyarakat dan aturan agama.


Sandi Smaphore

Posted by Unknown
Tag :
Salam Pramuka

Dalam kondisi darurat yang tidak memungkinkan berkomunikasi secara normal, kita memerlukan alat komunikasi yang bisa kita bilang sederhana. Salah satunya adalah menggunakan bendera semaphore. Tapi berkomunikasi dengan semaphore bagi para pemula merupakan kesulitan tersendiri, karena perlu menghafalkan posisi bendera untuk huruf-huruf dalam alphabet. Nah… dalam tulisan berikut penulis mencoba menawarkan cara yang terbilang mudah untuk menghafal posisi bendera semaphore. Dan sekalian juga bagaimana cara untuk mengirim pesan dengan semaphore. Semoga bermanfaat.

Untuk mengirim pesan dengan semaphore, kita memerlukan sepasang bendera semaphore lengkap dengan tongkat pegangannya. Biasanya bendera semaphore digunakan adik-adik Pramuka disini berukuran 40 cm x 40 cm dengan warna merah dan kuning. Warna merah dan kuning bersilang dari kanan ke kiri (perhatikan gambar). Tapi sebenarnya untuk warna sebenarnya tidak ada aturan yang mengikat. Tongkat pegangan dibuat dari bahan kayu atau yang lain dengan panjang 50 cm. Tongkat ini sebagai perpanjangan bagi pengirim pesan.
Pengirim hanya menggunakan gerakan lengan atas untuk mengirim pesan. Sedangkan siku dan pergelangan tangan harus tetap lurus. Posisi kaki harus tegak namun tetap fleksibel untuk melakukan gerakan dan tidak boleh kaku. Intinya pengirim pesan harus tetap relaks dalam mengirimkan pesan. Untuk penerima pesan agak sedikit berbeda dalam membaca pesan dari pengirim. Karena posisi bendera untuk penerima pesan adalah kebalikan dari pengirim pesan. Oleh karena itu sebaiknya adik-adik belajar menjadi pengirim maupun penerima pesan. Dan sebaiknya belajar secara berpasangan sehingga bisa saling mengoreksi.

Cara Mudah Belajar Smaphore

Salah satu cara yang mudah untuk menghafal kode isyarat semaphore adalah dengan metode jarum jam. Posisi tangan disusun dalam lingkaran dengan diberi penomoran (perhatikan gambar berikut ini).
Nah untuk menghafal kode isyarat tersebut tinggal menghafalkan posisi dari tangan sebagai berikut:
Huruf
A
B
C
D
E
F
G
Posisi
1
2
3
4
5
6
7
Huruf
H
I
K
L
M
N
Posisi
1-2
1-3
1-4
1-5
1-6
1-7
Huruf
O
P
Q
R
S
Posisi
2-3
2-4
2-5
2-6
2-7
Huruf
T
U
Y
salah
Posisi
3-4
3-5
3-6
3-7
Huruf
angka
J
V
Posisi
4-5
4-6
4-7
Huruf
W
X
Posisi
5-6
5-7
Huruf
Z
Posisi
6-7
Cara mengirim pesan dengan isyarat bendera semaphore

Tata cara mengirim berita dengan menggunakan bendera semaphore memiliki aturan baku. Aturan tersebut adalah sebagai berikut:
  • Pengirim berita mengirim kode huruf U-R berulang-ulang untuk menandai bahwa pesan akan segera dikirim.
  • Jika penerima pesan telah siap untuk menerima maka mengirim huruf K. Jika penerima belum siap mengirim huruf Q.
  • Jika penerima telah siap pengirim pesan mengirimkan huruf-huruf isi pesan satu-persatu. Untuk memisahkan setiap kata posisi bendera dipegang bersilang di bawah.
  • Jika terjadi kesalahan dalam mengirim berita, kirim huruf E sebanyak 8 kali atau cukup mengirim tanda salah/ANNULIR (posisi 3-7) lalu ulangi kata-kata yang salah.
  • Jika setiap perkataan telah diterima dengan baik penerima pesan mengirim huruf C.
  • Jika pengirim berita mengirim huruf I-M-I dirangkai, artinya penerima meminta kata terakhir di ulang. Ulangi kembali mengirim kata terakhir sebelum diteruskan kata-kata berikutnya.
  • Untuk menyatakan berita telah selesai dikirim dinyatakan dengan huruf A-R. Tunggu sampai penerima mengirim huruf R yang berarti berita telah diterima dengan baik.
  • Untuk mengirim angka diawali dengan memberi tanda angka (mode numerik) dengan cara bendera disilang membentuk huruf X di atas kepala atau posisi bendera 4-5. Selanjutnya kirim angka dengan ketentuaan: Huruf A untuk angka 1, huruf B untuk angka 2, huruf C untuk angka 3, huruf D untuk angka 4, huruf E untuk angka 5, huruf F untuk angka 6, huruf G untuk angka 7, huruf H untuk angka 8, huruf I untuk angka 9, dan huruf J untuk angka O. Untuk mengakhiri pengiriman angka kirim huru V (mode alphabetik). Penerima mengulangi setiap angka yang dikirim sebagai tanda angka yang dikirim telah dimengerti.
Image

Setiap Negara mempunyai Lambang Negara menggambarkan kedaulatan, kepribadian dan kemegahan Negara itu. Dalam tahun 1950 Pemerintah Republik Indonesia membentuk suatu panitia khusus untuk menciptakan suatu Lambang Negara.
Panitia tersebut berhasil menciptakan Lambang Negara Republik Indonesia yang berbentuk Garuda Pancasila. Lambang Negara Garuda Pancasila itu disahkan dengan peraturan Pemerintah No. 66 tahun 1951. Selanjutnya telah diatur dalam UU  No : 24 Tahun 2009.
Adalah Lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia berbentuk Garuda Pancasila yang kepalanya menoleh lurus ke sebelah kanan, perisai berupa jantung yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal  Ika ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda.

ARTI LAMBANG NEGARA.
Garuda dengan perisai  memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang mewujudkan lambang tenaga pembangunan.
Garuda memiliki sayap yang masing-masing berbulu 17, ekor berbulu 8, pangkal ekor berbulu 19, dan leher berbulu 45, adalah tanggal, bulan dan tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
1 ) Di tengah-tengah perisai terdapat sebuah garis hitam tebal yang melukiskan katulistiwa.
2 ) Pada perisai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar Pancasila sebagai berikut:
a. dasar Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan cahaya di bagian tengah perisai berbentuk bintang yang bersudut lima;
b. dasar Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dilambangkan dengan tali rantai bermata bulatan dan persegi di bagian kiri bawah perisai;
c. dasar Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin di bagian kiri atas perisai;
d. dasar Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dilambangkan dengan kepala banteng di bagian kanan atas perisai; dan
e. dasar Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan kapas dan padi di bagian kanan atas perisai.


PENGGUNAAN LAMBANG NEGARA

Lambang Negara wajib digunakan di:
  • Dalam gedung, kantor, atau ruang kelas satuan pendidikan;
  • Luar gedung atau kantor;
  • Lembaran negara, tambahan lembaran negara, berita negara, dan tambahan berita negara;
  • Paspor, ijazah, dan dokumen resmi yang diterbitkan pemerintah;
  • Uang logam dan uang kertas; atau
  • Materai.
Selain itu Lambang Negara dapat digunakan sebagai :
  • Cap atau kop surat jabatan;
  • Cap dinas untuk kantor;
  • Pada kertas bermaterai;
  • Pada surat dan lencana gelar pahlawan, tanda jasa, dan tanda kehormatan;
  • Lencana atau atribut pejabat negara, pejabat pemerintah atau warga negara Indonesia yang sedang mengemban tugas negara di luar negeri, Lambang Negara sebagai lencana atau atribut dipasang pada pakaian di dada sebelah kiri.;
  • Penyelenggaraan peristiwa resmi;
  • Buku dan majalah yang diterbitkan oleh Pemerintah;
  • Buku kumpulan undang-undang; dan/atau di rumah warga negara Indonesia.
Harimau Bougenville

Sering Dilihat

Blog Ini. Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Harimau Team Of Scout -HARIMAU TEAM- Powered by Blogger - Designed by Boby Okta AR -